Jumat, 06 Februari 2009

.gundah.

Kutulis kegundahan ini dalam baris yang amat longgar
sebab sajak telah mati bersama pekat malam,
ruhnya terbang dan jasadnya kulumat dan lumurkan ke jari-jari tangan yang sia-sia menancap berbaris lima-lima pada kedua telapak yang sedikit saja baktinya,
ke tungkai kaki yang sia-sia menopang jasad tolol dengan kepala penuh ceracau.
Kutulis kegundahan ini dalam baris yang amat longgar
sebab sajak telah mati meskipun di hadapanku adalah senja dengan awan-awan yang bergantung menutupi sebagian wajah mentari.
Kutulis kegundahan ini sambil diburu wajah-wajah memilukan yang merintih dimangsa lambung sendiri hingga malam begitu cepat datang pada mata mata itu:
malam datang membawa kunang-kunang lalu menyergap di balik kesunyian. Sedangkan aku sibuk berkelana kata meraba di bibir gua, mencari cahya dan rupa.
Sia-sia.

2 komentar:

zha_Lya mengatakan...

apo dy adegQ??? yang gUndah tu???


napo? dag suka?? suka- suka aq donk...
hahags...sn

tyo_metal mengatakan...

malam datang begitu cepat senginga aku mulai terpejam ketika sinar hatimu kautulis dalam langit2 jiwamu yang indah,walau tabir mistery belum terungkap,bayang2 malam yang indah itu akan tetap ada,menyusuri sungai2 dan lembah2 dan selslu menampakan kemilau yang terang seterang malam bertabur bintang,malam yang indah,makam yang mengharu